Funicula Funiculi Review Novel dan Movie

Hello, salam kenal para pembaca ! Ini adalah blog pertama dari Neko-sama (Mineko) hihihi.

Okay kali ini aku bakalan me-review Novel dan Movie "Funiculi Funicula" atau "Before The Coffee Get Cold" yang merupakan adaptasi dari Teater karya Toshikazu Kawaguchi. 

Novel Funiculi Funicula oleh Toshikazu Kawaguchi 

Movie Kohi Ga Samenai Uchi Ni atau Before The Coffee Get Cold  

Novel dan Movie ini mengambil latar sebuah kafe tua yang memiliki keajaiban mampu membawa seseorang kembali ke masa lalu. Genre time travel, menarik bukan. Namun semua tidak semudah yang dibayangkan banyak peraturan yang harus diikuti jika ingin kembali ke masa lalu. Diantaranya; walaupun kamu kembali ke masa lalu itu tidak akan mengubah apapun di masa depan, kamu harus kembali sebelum kopinya dingin, kamu hanya dapat kembali ke masa lalu ketika duduk di kursi tertentu ,kamu hanya dapat bertemu orang yang pernah datang ke kafe ini. Dengan aturan rumit itu dan lagi kenyataan bahwa masa depan akan tetap sama walaupun kamu pergi ke masa lalu maka apa untungnya kembali ke masa lalu. 

Kira - kira begitulah sinopsis singkat dari Novel dan Movie ini. 

[Review

Pertama aku akan review untuk Novel terlebih dahulu. 

First impression aku sendiri untuk novel ini cukup "Wow". Jujur ini novel terjemahan pertama yang aku baca(untuk novel Jepang), menurutku bagus dan rekomend untuk para pecinta novel. Seperti sinopsis yang sudah aku tulis diatas tadi, novel ini merupakan novel fiksi namun disajikan secara apik oleh penulis dengan latar yang lebih otentik ,terkesan ringan dan realistis. Seakan kejadian dalam novel bukan sesuatu yang wah namun memang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sasuga Kawaguchi Sensei ͡° ͜ʖ ͡° . 

Penggambaran suasana yang mampu membawa kita masuk dalam kafe dan mendalami setiap konflik dari masing-masing tokoh. Ceritanya cukup menyentuh tapi tak sampai membuat tersedu-sedu tentunya. 

Untuk awal mula mungkin kita akan dibuat bingung akan tokoh yang cukup banyak. Namun setelah membaca kita bisa mengerti satu persatu alur dari cerita para tokoh. 

Pemandangan pertama disajikan sebuah kafe yang terletak dibawah tanah dengan nuansa sepia tanpa jendela. Para pembaca akan disajikan secara perlahan masing - masing kisah dari para tokoh pada setiap babnya. Membuka latar belakang para penghuni dan pengunjung kafe ajaib itu. 

Penggambaran setiap suasana dalam novel sangat apik sehingga aku sendiri hampir lupa kalau perjalanan waktu itu mustahil, habisnya selama membaca jujur fenomena kembali ke masa lalu ini terasa biasa-biasa saja bagi para tokoh. Walau mereka sendiri sebenarnya belum pernah melakukannya namun mereka bertingkah seakan itu memang sudah sering terjadi. Dan alurnya juga nggak semata -mata fokus pada perjalanan waktunya tapi moment-moment biasa di kedai kopi, interaksi -interaksi diantara tokoh-tokoh didalam kafe Bawah tanah yang tidak terlalu luas itu yang mengharukan dan menjadikan kisah ini hangat dimata pembaca. Sehangat kopi yang baru diseduh eyaa ͡° ͜ʖ ͡°

Konflik yang disajikan menurutku cukup ringan dan sederhana namun cukup membuat kita terbawa dan ikut merasa berada dalam posisi si tokoh. 

Dari setiap perjalanan waktu kita disajikan sebuah akhir yang pasti yaitu bahwa sebanyak apapun kita ingin mengubah masa lalu itu mustahil, tapi dibanding terpaku pada masa lalu kita harus belajar menjalani hari yang kita miliki dengan lebih baik. Masa lalu tidak bisa berubah namun masa depan masih bisa kita rencanakan. Tak ada satupun tokoh yang dapat mengubah kenyataan pahit mereka setelah melalui Perjalanan waktu namun mereka dapat mengubah hati mereka dan berlapang dada atas sesuatu yang telah terjadi. 

Tokoh-tokoh dalam novel ini dibuat sangat menarik dan memiliki porsi yang tepat. Walau mungkin bagi kalian yang baru pertama membaca Novel terjemahan akan sedikit merasa kaku dengan istilah-istilah asing tapi terjemahan novel ini sama sekali tidak kaku untuk dibaca. Aku sendiri sebagai penikmat Drama dan Movie jepang sudah tidak asing dengan penamaan tokoh ,tempat dan beberapa istilah. Tapi istilah-istilahnya tidak sampai membuat kalian berfikir keras kok. 

Alur Novel ini berhasil membuat aku pribadi nyaman dengan suasananya, setiap karakter menarik dan memiliki impression tersendiri. 

Well setelah aku menamatkan novel ini aku bener-bener excited untuk melihat Movienya, karena aku merasa nggak sabar bertemu secara langsung dengan masing-masing tokoh. (^_^;)

Next Movie. Dibintangi oleh Kazumi Arimura ,Kentaro Ito, Haru ,Motoki Fukami dan lainnya. 


Awalnya aku sangat-sangat excited mau nonton movie ini karena, "wow Finally aku bakalan ketemu tokoh-tokoh dan suasana kafe bawah tanah bergaya retro dengan nuansa sepia." itu adalah hal yang pertama aku harapkan, terlebih pemeran tokoh Kazu dalam Movie ini adalah salah satu aktris kesayanganku yaitu Kazumi Arimura. Yap, saat aku mulai nonton sudah disuguhi pemandangan kafe..but wait...dimana kafe bawah tanah dengan nuansa sepia yang aku tunggu ?. Oke latar utama berubah, kafe yang aku harapkan tidak ada, tapi masih aku terima mungkin ya susah menemukan lokasi yang cocok dengan nuansa novel ..mungkin. Masih bisa dimaafkan but... Again.. Memang disana ada Kazu dan Nagare , begitu juga Hirai.

Tapi dimana tokoh Kei yang harusnya menjadi tokoh cerita penting diakhir Novel. Lalu ada tokoh tambahan yang membuat aku bertanya-tanya "hellow lu siapa bro ?". What ? Jujur kecewa ╥﹏╥ movie ini nggak mengikuti alur novel. Kisah utamanya banyak digubah. 

Sejak melihat latar kafe yang berubah aku udah ngerasa bakalan ga beres dan ternyata ya begitu lah.. 

Dan ya cukup mengharukan tapi tetep aja mengecewakan, bagi para pembaca novel terutama.

Jujur aku memaksa banget nonton ini karena apa ? Terlanjur kecewa sama adaptasi yang nggak sesuai sama novel huhuhu. 

Ceritanya jadi berfokus pada Kazu, kalau merujuk pada novel. Line Kazu memang gak terlalu mendetail, tapi dalam Movie ini kisah Kazu jdi Line utama. 

Well aku ga henti-hentinya mengeluh atas ketidaksamaan Novel dengan Movie walaupun jujur aku terharu juga sama Movie nya hehehe. 

Kisah inti gak banyak diubah hanya saja ya kondisi banyak yg berbeda. Paling sebal ya itu, sosok Kei Tokita yang aku tunggu-tunggu ternyata hilang dari Line cerita. Padahal kisahnya menurutku akan menjadi sebuah klimaks yang cocok dan mengharukan, tapi dalam Movie ini diganti dengan kisah Kazu. Walau gak kalah mengharukan tapi tetap saja menurutku kurang sreg. Lalu ada kisah Pasutri Fusagi dan Kotake yang ditukar, yah dalam novel yang menderita Alzheimer adalah Fusagi bukan Kotake. Tapi dalam movie terbalik. Yang paling menganggu bagiku adalah tokoh tambahan MC cowo yang gak ada sama sekali line nya di novel. Tapi karena movie ini line utama ke Kazu ya wajar dibumbui romance. Yakali seorang Kazumi Arimura jadi pemeran utama cuman dapet line jadi pelayan kafe biasa ( ̄^ ̄)

Jujur out of my expect , kecewa so pasti. But buat kalian yang tidak membaca Novel movie ini bagus dan rekomend untuk membuat kalian terharu. 

Menurut ku sendiri Movie ini cocok diberi ratting 6.0 karena konflik inti belum banyak diubah dan masih mampu membawa penonton membuang tissue. Cukup rekomend untuk ditonton! (⌒_⌒;)

Segitu aja review dari aku, semoga membantu. 

Arigatougozaimasu (⊙_☉)

-Chii

Komentar